Image hosted by Photobucket.com

Friday, March 04, 2005

Anak tumbuh dan berkembang dengan cara mereka sendiri, sebagian besar sebagai akibat apa yang kita katakan kepada mereka dan bagaimana kita mengatakannya.
Dalam perjalanan hidup anak, kapan orangtua berkata "ya" dan kapan pula "tidak". Hal-hal ini membekas dalam diri anak, membantu anak atau malahan menghalangi perkembangannya.
Pilihan kalimat, bahasa tubuh Orangtua, akan menimbulkan kesan tersendiri pada anak. Pilihan kalimat yang baik akan memberikan kesempatan berpikir pada anak.
Upayakan tidak membuat anak merasa diperintah atau dipaksa. Beri kesempatan untuk berdiskusi dengan anak.

Bagaimana Memperlancar Komunikasi dengan Anak
-Buletin Anak YKAI No. 24, VIII / Okt '96-
Mediated Learning Experience, kegiatan anak dan orangtua yang diatur sesuai dengan kemampuan, minat, dan kebutuhan anak. Kegiatan sehari-hari akan menjadi pengalaman yang berarti bila orangtua terlibat dalam kegiatan bersama anak dan memberi respon yang tepat terhadap perilaku anak.
Unsur-unsur MLE :
1. Tujuan, kesengajaan dan hubungan timbal balik
- memberi stimulasi
- membaca perasaan anak dan menyesuaikan respon
- komunikasi
- variasi stimulasi
- memancing respon
- mengulang sesuatu
2. Penjelasan/pengarahan yang berkaitan dengan makna
- menjelaskan perasaan (ekspresi wajah, intonasi suara)
- menunjuk objek, aturan, norma atau kebiasaan
- mengaitkan sesuatu dengan hal di masa lalu
- mengaitkan sesuatu dengan masa yang akan datang
- menjelaskan sebab akibat dengan berulang-ulang
- mengarahkan rasa senang belajar
3. Melakukan usaha transendensi (menjelaskan sesutau lebih lanjut, tidak terbatas hal yang tampak pada anak saja)
- mengenai makan, mandi, dll
- menjelaskan perlunya berterima kasih
- mengaitkan keadaan saat ini dengan masa lalu dan masa yang akan datang
- merangsang pemikiran kritis
- membandingkan persamaan dan perbedaan benda, dan kualitas atau ciri-cirinya
- cara agar lebih mengingat
4. Menimbulkan rasa mampu dalam diri anak
- mendorong anak mengerjakan sesuatu dan memujinya
- dukungan non verbal
- bersama-sama melakukan hal-hal atau tanggung jawab tertentu
- menumbuhkan rasa mampu belajar
5. Membentuk keteraturan perilaku anak
- memfokuskan perhatian anak
- mendorong anak untuk memperhatikan dengan teliti
- agar anak berani mencoba-coba berbagai cara pemecahan masalah
- membiasakan anak untuk membuat rencana dan memikirkan tindakan sebelum melaksanakan sesuatu
- perilaku sosial yang dapat diterima masyarakat

Kegunaan Mendengar Aktif :
1. Memberi jalan pada anak untuk mengemukakan perasaan danm maslahnya
2. Anak tidak ragu/takut mengemukakan perasaan yang biasanya dinilainya jelek
3. Terjalin hubungan yang hangat antara anak dan orangtua
4. Membantu anak memecahkan masalah dalam suasana aman dan diterima, sambil memikirkan jalan keluarnya
5. Anak jadi mau mendengar dan memperhatikan pikiran atau gagasan orang lain

Sikap Mendengar Aktif :
1. Luangkan waktu untuk mendengar anak, bila sibuk sekali kemukakan terus terang
2. Merasa benar-benar ingin membantu anak menghadapi/ memecahkan masalahnya
3. Bersedia menerima perasaan anak, walau berbeda dengan norma hukum
4. Percaya bahwa anak mampu mengendalikan situasi, melakukan tugas dan memecahkan masalah dengan usaha sendiri

Agar pesan tepat sasaran :
Pilih bahasa yang baik
Jangan asal memerintah
Sebelum berkata, lihatlah keadaan si kecil
Jangan membandingkan
Hargailah komentarnya
Jangan jadi tukang mengadu
Jangan mencurigainya
Buanglah ketakutan yang berlebihan